Koranindopos.com, JAKARTA – IMAC Film Festival 2026 resmi menutup rangkaian kegiatan setelah sukses diselenggarakan selama tiga hari. Penutupan ditandai dengan Awarding Day yang digelar di Ruang Pemutaran Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat pada Minggu (19/4/2026).
Ketua Pelaksana Film Festival 2026 Sri Bandoro mengatakan, IMAC Film Festival merupakan festival film pendek kolaborasi Komunitas Suka Sinema dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB). Festival tersebut didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI dan Kementerian Kebudayaan RI. ”IMAC 2026 mengusung tema Resilience yang mengajak masyarakat untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertumbuh di tengah berbagai tantangan global,” ujar Bandoro.
Bandoro menambahkan, melalui IMAC, pihaknya ingin menghadirkan karya-karya yang tidak hanya kuat secara cerita, tetapi juga mampu menyampaikan pesan mendalam tentang perjuangan dan harapan. ”Festival ini juga menjadi milestone penting dalam langkah kami menjadi festival film bertaraf internasional,” ungkapnya.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI Cecep Rukendi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan IMAC Film Festival yang kini memasuki tahun ketiga. Ia menilai festival ini memiliki peran penting sebagai ruang inkubasi bagi talenta muda sekaligus sarana promosi karya sineas Indonesia.
“Ke depannya, kolaborasinya perlu ditingkatkan, tidak hanya berjuang sesama filmmakers tapi juga harus berkolaborasi dengan subsektor lain di industri kreatif. Salah satu kelemahan pelaku film itu berjuang di sektor filmnya saja. Padahal kalau lihat dari film seperti James Bond, ini kolaborasi film makers, digital teknologi, AI, termasuk fashion, crafts, dan banyak lagi,” tutur Cecep.
Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik menambahkan bahwa tahun ini menjadi tonggak penting dengan dilibatkannya juri internasional dari Malaysia dan Filipina. Hal itu menjadi langkah awal menuju visi IMAC sebagai festival film berskala global. ”Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk menyampaikan nilai dan membentuk perspektif. Melalui film, kita dapat mengenal jati diri bangsa, merefleksikan masa lalu, dan membayangkan masa depan,” ungkapnya. (rls/why/mmr)