RRI.CO.ID, Jakarta – IMAC Film Festival 2026 resmi ditutup pada Minggu, 19 April 2026. Penutupan digelar di Ruang Pemutaran Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki (TIM), sekaligus mengumumkan deretan para pemenang.

IMAC merupakan festival film pendek yang diselenggarakan Komunitas Suka Sinema bersama ILUNI UI FIB. Tahun ini menjadi edisi ketiga dan pertama kalinya berstatus internasional.

Festival ini sebelumnya menjaring 282 film pendek dari pelajar dan umum. Karya yang masuk berasal dari 18 negara, termasuk Indonesia, Brasil, hingga Afrika Selatan.

Ketua Pelaksana IMAC 2026, Sri Bandoro, menyampaikan apresiasi kepada para sineas. Ia menilai karya para pembuat film menjadi inti dari festival ini.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih terdalam kepada seluruh filmmaker yang mempercayakan visinya kepada kami. Cerita kalian adalah jiwa dari festival ini,” ujar Bandoro dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan. Menurutnya, festival ini menjadi ruang untuk merayakan kekuatan sinema dalam mencerminkan ketahanan bersama.

“Kami berharap cerita-cerita ini tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memicu percakapan tentang kekuatan dalam diri kita semua,” katanya.

Sementara itu, juri internasional asal Malaysia, Yow Chong Lee, mengaku terhormat bisa terlibat dalam IMAC 2026. Ia menilai pencapaian tahun ini menjadi langkah penting menuju festival berskala global.

“Ini suatu kehormatan bisa berada di sini. Tahun ini adalah pertama kalinya IMAC menjadi internasional, dan kami merasa sangat dihargai,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja tim penyelenggara yang dinilai berperan besar dalam kesuksesan acara. Menurutnya, seluruh elemen seperti manajemen, media, hingga tim program menjadi kunci terselenggaranya festival.

Berikut daftar pemenang IMAC Film Festival 2026:

Best IMAC Film Camp diraih film Ngamlop karya SMKN 1 Parungkuda yang disutradarai Naupal Taufiqurahman. Kategori Best National Student Short Fiction dimenangkan We Don’t Know the Title Yet dari SMKN 2 Jakarta karya Nayaka Dimitry dan Christensen Kevin.

Penghargaan Special Jury Mention Indonesia Short Fiction diberikan kepada Apocalypse Mart karya Dzauqy Ilham. Sementara Best Indonesia Short Fiction diraih The Night is Long and It’s Your Alone karya GuURUH Nusantara.

Untuk kategori dokumenter, Special Jury Mention Short Documentary diberikan kepada Talking to Family karya Shun-Yu Kwei dari Afrika Selatan. Adapun Best Short Documentary dimenangkan Birth Date karya Janssen Ewaldo.

Di kategori internasional, Special Jury Mention International Short Fiction juga diraih The Night is Long and It’s Your Alone. Sementara Best International Short Fiction dimenangkan Nativity Scene karya Felipe Bibian dari Brasil.

Penutupan ini menjadi akhir rangkaian IMAC 2026 yang mengusung tema “Resilience”. Festival ini diharapkan terus menjadi ruang bagi sineas muda untuk berkembang dan menjangkau audiens lebih luas.