RRI.CO.ID, Jakarta – IMAC Film Festival 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Kementerian Kebudayaan. Festival ini dinilai berperan penting dalam pengembangan industri film nasional.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyebut IMAC memiliki tiga fungsi utama. Ia menilai festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pengembangan talenta.
Menurutnya, IMAC menjadi wadah berkumpulnya sineas muda dari berbagai negara. Mereka datang untuk berkompetisi sekaligus belajar bersama.
“Pertama adalah talent incubator, banyak generasi muda dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, datang bersama-sama dan berkompetisi. Kami juga mengenali festival ini sebagai alat promosi,” ujar Cecep, di Ruang Pemutaran Asrul Sani, Taman Ismail Marzuki, Minggu 19 April 2026.
Selain itu, IMAC juga berfungsi sebagai sarana promosi karya film. Cecep berharap film pemenang bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kami harus membuat pemenang film ini tidak hanya senang menunjukkan cinema di festival ini saja. Tetapi kita juga bisa berhubungan dengan OTT, seperti Netflix, Vidio, dan lain-lain,” katanya.
Ia menambahkan, IMAC juga menjadi ruang kolaborasi antar sineas. Ke depan, kolaborasi lintas sektor dinilai perlu terus diperkuat.
Cecep menilai sineas Indonesia perlu memperluas kerja sama dengan subsektor lain. Kolaborasi bisa melibatkan teknologi, AI, hingga fesyen dan kriya.
“Tidak hanya berjuang sesama pembuat film, tetapi juga harus berkolaborasi dengan subsektor lainnya di industri kreatif. Kolaborasi antara pembuat film, teknologi digital, AI, termasuk fesyen, kraft, dan lainnya,” ucap Cecep.
Ia juga menjelaskan peran Ekraf dalam melindungi pelaku industri kreatif. Pemerintah berupaya menjaga karya agar tidak dibajak.
Selain itu, Ekraf mendorong sineas untuk naik kelas ke tingkat lebih tinggi. Mulai dari lokal hingga mampu bersaing secara internasional.
Cecep menegaskan pentingnya pembangunan ekosistem industri kreatif. Dukungan tidak hanya untuk pelaku, tetapi juga sistemnya.
“Bukan hanya mendukung para pelaku, tapi juga membangun ekosistem. Sehingga ekosistem dari perkembangan ekonomi kreatif ini akan tumbuh subur di Indonesia,” katanya.
Melalui dukungan ini, IMAC Film Festival diharapkan dapat terus berkembang. Festival ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi sineas muda Indonesia maupun sineas luar.