Bendera Sholawat
Dokumenter Pelajar
2024 | SMK Al-Fatah Banjarnegara | 6:36
Sinopsis
Fenomena sholawat yang menjadi tren saat ini mendorong para jamaah untuk melakukan berbagai cara dalam menunjukkan kecintaannya pada Nabi Muhammad SAW, salah satunya dengan mengibarkan bendera sholawat. Banyaknya bendera besar berkibar di tengah konser sholawat bukanlah hal yang langka. Dalam film ini menunjukkan banyak orang menyukai dan menganggapnya sebagai hal positif, di sisi lain hal itu menimbulkan banyak kontroversi. Mulai dari mengganggu, hingga oknum nakal yang menggunakan bambu curian untuk mengibarkan benderanya, telah membuat keresahan di masyarakat. Gus Mudzaki Mabrur sendiri berpendapat bahwa sesama jamaah perlu saling menghargai, mengibarkan bendera tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu ataupun merugikan orang lain.
Sutradara
Keyzia Faninda Putri
Karena saya sudah hidup di area pondok pesantren selama kurang lebih 5 tahun, saya melihat kebiasaan sholawat merupakan hal yang berusaha didakwahkan. Bendera sholawat sudah menjadi ikon setiap kali acara sholawat dilakukan. Adanya bendera sholawat ini menjadi penyemangat anak-anak muda untuk mencari syafa’at Nabi, bahkan karena semangatnya itu sampai menjadikannya sebuah perkumpulan atau komunitas. Dengan dibuatnya film ini, saya ingin mengajak para remaja untuk berangkat ke Majelis Sholawat daripada keluyuran malam. Selain itu, film ini bertujuan menengahi konflik antara masyarakat umum dan pengibar bendera. Proses pembuatan film menggunakan pendekatan improvisasi kepada semua narasumbernya. Pengambilan gambarnya pun disesuaikan waktu dan tempatnya dengan jadwal acara sholawat diselenggarakan.




