Ludruk Dahulu, Kini, dan Nanti
Dokumenter Umum
2022 | Krida Film
Sinopsis
Keberadaan Ludruk Tobong kian tergerus oleh zaman. Para Seniwati Ludruk Tobong kini
berjuang keras untuk mempertahankan kesenian yang menghidupinya sejak dahulu. Salah satu
ludruk tobong yang tersisa yaitu Ludruk Suromenggolo pimpinan Eka Sanjaya. Ia berupaya
manghalau stigma negatif dari transpuan melalui media kebudayaan. Kini Eka Sanjaya terus
berupaya memperbaiki kualitas pementasan ludruk sehingga anggota ludruknya sejahtera dan
memiliki kegiatan yang positif. Disisi lain ia juga harus menuruti selera penonton yang mulai
meninggalkan pertunjukan ludruk tobong.
Sutradara
Reni Aprilia.
Reni Apriliana adalah seorang pembuat film. Lulus dari program studi Televisi dan Film Institut Seni Indonesia Surakarta. Mulai memproduksi film pendek pada tahun 2019; karya fiksi pendeknya “Telur Setengah Matang” menyuarakan isu Kehamilan Tidak Diinginkan pada remaja perempuan menjadi Nominasi di kompetisi Vidsee Jury Award 2021. Tahun 2021 memproduksi film pendek “Rasa(h).” Pada tahun 2023 menyutradarai film fiksi pendek “Payung Dara” dan dokumenter “Ludruk Dahulu, KIni, dan Nanti,” berhasil mendapatkan nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia kategori film fiksi dan dokumenter pendek terbaik. Kini bergiat bersama Yayasan Kembang Gula untuk turut serta merawat ekosistem film di Solo.



