Wahyu
Fiksi Umum
2024 | Akasia Pictures | 17:00
Sinopsis
Wahyu, seorang remaja yang memiliki kelainan seksual, menjadi santri baru di pesantren tersebut untuk memuaskan hasrat seksualnya terhadap santri sesama jenis di pesantren tersebut, namun suatu hari, tanpa sengaja seorang santri tunarungu bernama Cholis mengetahui perbuatan Wahyu. dan ingin mencegah tindakannya
Sutradara
Nada Leo Prakasa
Saya tumbuh di lingkungan yang berpandangan untuk menjaga moral anak cukup dengan memasukkannya ke pondok pesantren. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kalimat: “Jika ingin anakmu menjadi alim ulama maka harus dimasukkan ke pesantren” atau “ Jika kamu nakal kamu akan dimasukkan ke dalam pesantren”.
Saat anak memasuki masa pubertas, sistem hormon seksual mulai berkembang pesat. Namun rasa ingin tahu anak dibatasi oleh sistem pesantren konservatif yang berpotensi menyebabkan dilema para santri untuk mengalihkan hasrat seksualnya. Hal ini memunculkan fenomena nyempet (pelecehan seksual terhadap sesama santri di pesantren) yang dialami oleh teman saya.
Pengalaman mereka menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab membuat saya berpikir kembali bahwa anggapan menjaga moral anak cukup dengan memasukan lembaga keagamaan adalah tidak sepenuhnya benar. Pengalaman traumatis yang dialami teman saya membuat saya bertanya-tanya apakah sistem lembaga keagamaan tertua di Indonesia ini masih selaras dengan sistem biologis manusia, dalam hal ini perkembangan hormon seksual? Jika ada sistem yang kurang sesuai, adakah upaya untuk memperbaiki sistem agar pengalaman serupa tidak terjadi?
Film WAHYU ingin menyelami pengalaman traumatik teman-teman saya yang mungkin terjadi pada santri lain, serta menjadi kapsul waktu untuk menjadi perenungan tentang hal yang dianggap sebagai rahasia umum di kalangan santri.




